logo
You Are Here: Halaman Depan
contenthead
Berita
Menunggu Kerbau
Written by administrator   
Thursday, 04 February 2010 21:09

Meski musim hujan sudah berlangsung lebih dari sebulan, sebagian besar petani di Desa Lemahputih, Kec. Lemahsugih, Kab. Majalengka terlambat tanam. Penyebabnya bukan karena mereka malas, melainkan terjadinya krisis kerbau di daerah pertanian tersebut. Petani pun kebingungan. Mereka rugi waktu sebab hingga kini sebagian sawah belum bisa diolah.Para petani di desa yang berlokasi di lereng Gunung Ciremai itu harus antre menunggu giliran menggunakan kerbau. Soalnya, kerbau yang ada kini sedang sibuk melayani jadwal membajak. Bagaimana dengan sapi? Di sana semua sapi diternakkan sebagai pedaging. Para pemilik enggan mempekerjakan sapinya untuk membajak sawah. ”Order kerbau saya kini sangat banyak. Sampai lima belas hari ke depan. Jadi petani yang daftar terlambat harus sabar menunggu giliran,” tutur Encu (52), salah seorang pemilik kerbau di Lemahputih.

Read more...
 
BERAT MAKSIMUM SAPI IMPOR
Written by Redaktur   
Saturday, 12 December 2009 16:54

 KETENTUAN BERAT MAKSIMUM SAPI BAKALAN IMPOR

AKAN SEGERA DIIMPLEMENTASIKAN

Mulai bulan Januari 2010 yang akan datang Departemen Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian akan memberlakukan ketentuan berat maksimum untuk sapi bakalan ( feeder steer ) yang diimpor untuk digemukkan di tanah air oleh perusahaan penggemukan sapi. Hal ini adalah sebagai  implementasi ketentuan berat maksimum 350 kg yang ada dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 07 tahun 2008. Dengan diberlakukannnya  ketentuan ini maka nantinya akan dapat dihindarkan adanya sapi-sapi impor  yang langsung dipotong setelah masa karantina selesai. Pemerintah di awal tahun 1990 telah memberikan fasilitas impor sapi bakalan untuk memenuhi klekurangan daging sapi di dalam negeri. Dengan memasukkan sapi bakalan impor dan digemukkan sekitar 2 - 3 bulan maka akan diperoleh nilai tambah dengan pemanfaatan berbagai komponen lokal antara lain untuk pakan, tenaga kerja serta jasa lainnya. Kepala Badan Karantina Pertanian Ir. Harri Priyono MSi menegaskan bahwa implementasi ketentuan berat maksimum 350 kg atas sapi bakalan impor  masuk dalam program 100 hari Departemen Pertanian. 

Menurut  Teguh Boediyana, Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia, dalam beberapa waktu terakhir ini disinyalir banyaknya sapi bakalan impor yang dikenal sebagai sapi BX yang langsung dipotong setelah selesai masa karantina. Ditegaskan oleh Teguh bahwa hal itu sangat merugikan berbagai pihak termasuk para peternak sapi lokal. " Pemerintah memberikan nol persen bea masuk untuk sapi bakalan adalah sebagai kompensasi adanya nilai tambah dari usaha penggemukan di negara kita. Jadi sangat salah kalau sapi-sapi yang diimpor tidak melalui proses penggemukan ", demikian tandas Teguh Boediyana. Selanjutnya  Teguh menyatakan bahwa secara resmi DPP PPSKI telah mengirim surat kepada Dirjen Peternakan  dan Kepala Badan Karantina untuk melakukan secara bersama pengawasan  pada para feedlotter atau importir atas sapi yang diimpor.

Read more...
 
Munas APFINDO
Written by teguh boediyana   
Saturday, 12 December 2009 16:12

MUSYAWARAH NASIONAL APFINDO

Pada hari Rabu tanggal 9 Desember 2009 Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (APFINDO) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (MUNAS) yang ke VI bertempat di Hotel Sultan, Jakarta. Munas dengan tema : "Menyongsong Tantangan Industri Sapi Potong di Masa Depan" diikuti oleh 15 (lima belas) perusahaan yang menjadi anggota APFINDO. Dalam kata sambutannya, Ahmad selaku Koordinator Dewan APFINDO mengatakan bahwa pilihan tema untuk MUNAS ke VI APFINDO dilandasi bahwa dalam sepuluh tahun ke depan ini usaha feedlot akan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Salah satu tantangan yang dianggap cukup berat adalah adanya ketentuan dalam Undang-Undang No 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang memberikan peluang masuknya impor daging dari negara yang statusnya belum bebas Penyakit Hewan Menular Utama (PHMU) dan salah satunya adalah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Ahmad menegaskan bahwa kekhawatiran bukan masuknya daging-daging sapi, tetapi kemungkinan masuknya PMK yang memiliki daya tular yang sangat tinggi dan dapat merugikan usaha. Dengan terkonsentrasinya sapi di feedlot yang mencapai sekitar 5.000 - 40.000 ekor, maka apabila terjangkit PMK dalam waktu singkat semua sapi akan tertular dan harus dimusnahkan. Pada sisi lain dalam Undang-Undang tersurat bahwa hewan yang dimusnahkan (depopulasi) karena penyakit tidak mendapat penggantian dari pemerintah. Karena itu APFINDO sangat khawatir dengan adanya ketentuan dalam Undang-Undang tersebut serta mengharapkan judicial review atas beberapa pasal dalam Undang-Undang No 18 tersebut ke Mahkamah Konstitusi akan dapat dikabulkan.

Read more...
 
Deptan Izinkan Tambahan Impor Sapi
Written by Administrator   
Tuesday, 25 August 2009 22:54

Departemen Pertanian (Deptan) mengizinkan tambahan impor 3.000 ekor sapi hidup asal Australia, untuk memenuhi kebutuhan daging sapi selama bulan puasa dan Lebaran pada Agustus-September 2009 ini. Langkah ini sekaligus upaya stabilisasi pasokan daging sapi dan harganya, karena kebutuhan konsumen yang tetap tinggi. Kepala Distribusi Pangan Departamen Pertanian, Arman M, di Bandung, Kamis (13/8) mengatakan, secara umum kebutuhan daging sapi di Indonesia terus meningkat, sedangkan pasokan dalam negeri masih tetap kurang. Dipasoknya 3.000 ekor sapi hidup tersebut, akan disebarkan sesuai dengan jumlah kebutuhan setiap daerah.

Disebutkan pula, penyebab lainnya para pemakan daging babi di Indonesia beralih mengkonsumsi daging sapi. Munculnya wabah virus H1N1 atau flu babi, membuat para pemakan babi sedang kurang percaya diri memakan hewan tersebut.

Sumber : disnak-jabar

 
Energi Kotoran Sapi Terangi 480 Jiwa
Written by Administrator   
Tuesday, 25 August 2009 22:48

Sebanyak 96 kepala keluarga (KK) atau 480 jiwa penduduk kampung Cihurang dan Batulawang, desa Cijayana, Mekar Mukti, Garut, kini mendapat pasokan 3.000 watt energi listrik yang bersumber dari biogas limbah kotoran sapi. Pemanfaatan biogas limbah tersebut, selain dijadikan bahan bakar pengganti minyak solar bagi generator berkapasitas 3.000 watt energi listrik, juga digunakan masyarakat setempat untuk menyalakan tungku api keperluan memasak, ungkap Camat Mekar Mukti Ganda Permana. Namun, menurut Camat, kapasitas energi yang terpakai sekitar 1.600 watt atau setiap rumah penduduk mendapatkan pasokan energi rata-rata 20 watt, termasuk seluruh perkampungan itu bisa terang benderang pada setiap malam.

Kampung tidak seperti selama ini, berkondisi gelap gulita setiap mulai menjelang malam hingga keesokan dini harinya, karena belum tersentuh jaringan instalasi listrik, katanya. Sedangkan produk limbah kotaran sapi diperoleh dari ratusan ekor sapi yang dipelihara 96 KK dari kedua perkampungan itu, walaupun mereka umumnya hanya sebagai pemelihara ternak sapi titipan milik penduduk dari kampung lainnya. Warga Kampung Cihurang dan Batulawang umumnya berkondisi ekonomi di bawah garis kemiskinan, sehingga masih memerlukan berbagai bantuan stimulan ekonomi dari berbagai kalangan, tidak cukup hanya mendapatkan bantuan dari pihak PT. PLN dalam mewujudkan perkampungan energi, ujar Camat Permana.

 

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>

Page 2 of 7


contentfoot

Visitor Website




Adsense Indonesia